HOOK

28 05 2012

Oleh : Anang Utama, S.Pd.

Guru Kelas 5 SD Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto

Tahukah Anda apa itu hook?

Hook menurut kamus bahasa Inggris berarti sangkutan, cantelan, kail atau kait. Dalam dunia memancing kita sangat kenal hook sebagai ujung mata kail yang digunakan untuk kait umpan.  Sang ikan akan datang  karena tertarik melihatnya.  Pada akhirnya ia terpancing untuk menjadi santapan lezat sang nelayan.

Hook tidak hanya diperlukan bagi para pemancing tetapi juga diperlukan dalam dunia pembelajaran khususnya para pendidik, bedanya jika hook dalam fishing lebih bersifat khusus berupa benda, tetapi dalam dunia mengajar bersifat lebih umum baik benda, perlakuan, tayangan atau yang lainnya.

Seorang nelayan akan memasang umpan yang betul-betul menarik bagi sang ikan, sehingga ketika dimasukan kedalam air,  banyak ikan yang berebut menuju hook tersebut. Demikian juga seorang guru, tentu akan memoles hooknya dengan semenarik mungkin, sehingga sang murid akan tertarik terhadap pancingan sang guru.

Baca entri selengkapnya »





Bermain Matematika dengan Media Kalender

14 05 2012

Iswati, S.Si

Guru SD Al Irsyad Al islamiyyah 02 Purwokerto

Matematika Asyik dan Menyenangkan

Masih ingat dengan geger seputar anggaran pembuatan kalender di MPR/DPR yang mencapai milyaran rupiah? Lalu apa kaitannya dengan bermain matematika?. Ternyata, selain dapat digunakan untuk melihat hari dan tanggal, kalender dapat dijadikan media untuk mengasah kemampuan berhitung kita lho…apalagi jika dilakukan dengan bermain bersama orang tua, kakak, adik, atau teman-teman, pasti lebih menyenangkan.

Bagi sebagian orang, matematika adalah pelajaran yang sulit dan menjadi momok. Akhirnya malas untuk belajar matematika, dengan alasan matematika susah, memusingkan, nilai jelek dan sederet alasan lainnya. Sebenarnya dengan banyak latihan, kemampuan menghitung kita (sense of number) akan semakin terasah dan semakin menarik untuk belajar tentang matematika. Banyak metode yang dikembangkan akhir-akhir ini untuk membuat matematika lebih menyenangkan seperti metode jarimatika, sempoa, matematika ajaib dsb.

Baca entri selengkapnya »





Ibu, Maafkan Aku . . . .

5 04 2012

Dewi Muazah
Guru SD 02

Pagi itu, Alif berangkat ke sekolah bersama teman-temannya. Sebelum berangkat tidak lupa Alif mencium tangan ibu sambil berpamitan. Seperti biasa Alif dibonceng sama Rafi karena jarak dari rumah ke sekolah yang jauh dan Alif belum punya sepeda. Sesampainya di sekolah, mereka tidak lupa memberi salam dan mencium tangan ustadz dan ustadzah. Merekapun masuk kelas dan mengikuti pelajaran dengan penuh suka ria. Setelah pelajaran selesai, mereka pulang bersama-sama sambil bercerita tentang pelajaran di sekolah.
Sesampainya di rumah, tidak lupa Alif ganti baju lalu mencuci tangan dan kaki, karena kecapekan Alif langsung istirahat. Setelah istirahat, Alif menemui ibu yang sedang menyiram tanaman cabe dan tomat di kebun yang terletak di belakang rumah.

Baca entri selengkapnya »





MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN DENGAN TUNTUNAN AL QUR’AN

5 04 2012

By Ulil Khusna, S. Pd

Setiap hari kita selalu menggembar – gemborkan tentang kebersihan, Save Our Eart!, Go Green, Think Green atau apalah di lingkungan sekitar kita tanpa ada kesadaran untuk melakukannya, terutama dimulai dari kita sendiri. Lingkungan yang merupakan habitat kita untuk melakukan kegiatan kita sehari – hari akan tetapi keberadaannya seperti terabaikan terutama masalah kebersihan, dalam sebuah hadist disampaikan bahwa “ kebersihan merupakan sebagian dari iman”, hal ini begitu jelas dan gamblang bahwa seseorang yang beriman pasti mencintai kebersihan. Apabila ia mencintai maka otomatis dia akan melakukan apapun untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Alqur’an yang merupakan sumber tuntunan manusia dalam menjalani kehidupan juga menuntun manusia dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tidak merusaknya, seperti yang terkadung dalam QS. Ar Rum ayat 41 – 42 yang artinya ““Telah tampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah : Adakanlah perjalanan dimuka bumi dan perlihatkanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (QS Ar Rum : 41-42).

Baca entri selengkapnya »





Meresapi Makna “Man Jadda Wajada”[1]

5 04 2012

Bersungguh-sungguh merupakan faktor penting untuk meraih sebuah keberhasilan dan kesukesan. Tidak ada kata berhasil dan sukses kecuali bagi mereka yang bersungguh sungguh. Dan nilai keberhasilan serta kesukesan seseorang sangat berbanding lurus dengan seberapa besar kesungguhannya. Man Jadda wajada, begitulah sebuah makhfudzat Arab mengatakan.

Makhfudzat yang terdiri dari tiga kata tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut; kata “man” dalam kaidah bahasa Arab merupakan “huruf syarat” yang berarti “siapa”. Dengan demikian siapapun orangnya, baik itu orang yang beragama Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Budha ataupun ateis sekalipun; orang aborigin, negro maupun indian sekalipun; ketika dia bersungguh-sungguh (jadda) maka dia akan mendapatkan (wajada) apa yang dia harapkan. Sedangkan kata “jadda”, yang memiliki makna “bersungguh sungguh”, mengandung arti umum yang berarti kesungguhan dalam segi apapun, dalam hal-hal yang positif maupun negatif. Adapun kata “wajada” yang dalam kalimat tersebut merupakan “jawab syarat” dari huruf syarat “man” adalah sebuah implikasi atau hasil dari bersungguh-sungguh (jadda). Jadi, kesungguhan merupakan aspek penting yang menentukan seseorang dalam mendapatkan apa yang dicita-citakannya bahkan kesungguhan merupakan syarat untuk meraih kesuksesan.

Baca entri selengkapnya »





Jagalah Mereka, Sebelum Mereka Pergi

22 11 2011

Oleh : Diah Zuikaningsih, S.Pd
Guru SD Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto

Apakah kita selalu berkata santun kepada kedua orang tua ?Siapa yang menjaga mereka ketika di waktu senja nanti ?Sudahkah kita selalu memberi salam atau berpamitan kepada kedua orang tua saat hendak berangkat ke sekolah ?Kapan terakhir kali kita mendo’akan mereka dengan ikhlas ?

Dan masih banyak pertanyaan lain yang tertanam untuk kita jawab. Renungi sejenak apa yang sudah kita lakukan untuk kedua orang tua. Selagi kedua orang tua kita masih hidup, lakukan sesuatu terbaik untuk mereka. Karena suatu saat, Allah swt akan mengambil mereka seketika dari sisi kita.
Kedua orang tua adalah manusia yang paling berjasa bagi diri seorang. Terutama seorang cinta kasih seorang bunda. Kita sadari seorang bunda sudah bersusah payah mengandung kita selama 9 bulan. Setelah kita lahir ke dunia beliau merawat kita sejak bayi, rela mengorbankan waktunya untuk kita sampai saat ini, dan memberikan cinta yang abadi hingga takkan pernah tergantikan. Sedangkan ayah adalah orang yang memeras keringat dan membanting tulang untuk mencari sesuap nasi bagi istri dan anak-anaknya. Beliau bekerja siang malam hingga tak kenal lelah berharap anak istrinya mendapatkan kehidupan yang layak dan nyaman.
Bunda yang selalu merawat kita dengan tabah. Beliau pun menimang, mengajari latihan berjalan, latihan berbicara, dan menyuapi kita. Tetapi terkadang kita marah jika kemauan yang diinginkan tidak dituruti. Seperti halnya kesal, ngambek, dan bertutur yang tidak sopan. Meskipun demikian, beliau selalu memaafkan perbuatan kita.
Jika hari ini kita merasa hidup, bermanfaat, tersenyum, dan tertawa maka semua ini tak mungkin terjadi karena peran ayah dan bunda.
Hari ini cerita bergulir, kita telah beranjak remaja, dewasa, ada diantara kita yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Kedua orang tua kita kini semakin renta, kulit berkerut, dan kemampuan mereka semakin lemah.
Baca entri selengkapnya »





Ibu, Maafkan Aku . . . .

22 11 2011

Pagi itu, Alif berangkat ke sekolah bersama teman-temannya. Sebelum berangkat tidak lupa Alif mencium tangan ibu sambil berpamitan. Seperti biasa Alif dibonceng sama Rafi karena jarak dari rumah ke sekolah yang jauh dan Alif belum punya sepeda. Sesampainya di sekolah, mereka tidak lupa memberi salam dan mencium tangan ustadz dan ustadzah. Merekapun masuk kelas dan mengikuti pelajaran dengan penuh suka ria. Setelah pelajaran selesai, mereka pulang bersama-sama sambil bercerita tentang pelajaran di sekolah.
Sesampainya di rumah, tidak lupa Alif ganti baju lalu mencuci tangan dan kaki, karena kecapekan Alif langsung istirahat. Setelah istirahat, Alif menemui ibu yang sedang menyiram tanaman cabe dan Baca entri selengkapnya »