Catatan Outbound Asatidzah di tahun Baru Hijriyyah

16 11 2012

Tepat pukul tujuh pagi, kami keluarga besar SD Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto yang terdiri dari manajemen, guru dan karyawan telah berkumpul di lokasi outbound Kidung Kampungku desa Kedungbanteng. Outbound ini diselenggarakan oleh sekolah sengaja mengambil hari libur yang bertepatan dengan tahun baru 1434 H. Begitu tiba di lokasi kami disambut dengan gerbang selamat datang, tampak suasana damai dan hembusan angin sejuk menerpa kulit kami.

Setelah segenap asatidzah berkumpul semua, instruktur memimpin kami melakukan gerakan pemanasan. Di tanah lapang yang cukup luas dan banyak pohon ini, pak instruktur yang masih muda itu menyelipkan berbagai ice breaking sederhana namun cukup membuat kami tertawa gembira karena sebagian besar asatidzah tak mampu melakukan game konsentrasi dengan baik. Acara pemanasan pun selesai, badan kami terasa lebih rileks dan fresh. Kami terbagi menjadi kelompok-kelompok kecil beranggotakan sepuluh orang. Setiap kelompok membuat yel-yel dan ditampilkan di depan. Kelompok yang terbaik berhak berangkat terlebih dahulu menuju ke pos-pos permainan. Setelah dilakukan penjurian kelompok Cibrun pimpinan ustad Kuswanto dan Kelompok Beautiful pimpinan ustadzah Tessary berhasil memukau juri.

Berbekal petunjuk dari pita tali rafia tibalah kami di pos pertama, pos sarang laba-laba. Kami harus melewati sarang tersebut tanpa menyentuh tali, bila tidak maka didesqualifikasi. Disinilah letak kerjasamanya, kami harus memilih teman kami yang bertubuh ramping untuk kami gotong melewati sarang tersebut, sementara sebagian yang lain menangkap dari seberang sarang. Bagi yang bertubuh lumayan subur cukup merayap di sarang paling bawah.

Di pos kedua kami ditugaskan untuk memindahkan ember berisi air ke ember lain dengan menggunakan tiga buah tali. Enam orang bertugas mengangkat ember sementara yang lain mengarahkan. Dalam waktu satu menit lebih sedikit dari jatah waktu lima menit akhirnya kami berhasil memindahkan air dengan sukses. Perjalanan dilanjutkan menyusuri pelosok desa. Sepanjang jalan kami menikmati indahnya panorama alam desa. Sungai yang besar dengan air yang sangat jernih seakan menggoda kami untuk mencebur ke dalamnya. Apalagi hawa panas dan peluh yang bercucuran semakin membuat kami senang berlama-lama bercengkerama di pinggir sungai. Tak jauh dari sungai telah menunggu pos ketiga, finding ball. Dua orang dari kami ditutup matanya kemudian masuk ke dalam arena yang bersekat-sekat dengan membawa kerangjang. Ia bertugas mengambil bola dengan mata tertutup sementara teman yang lain mengarahkan.

Setelah menyusuri pinggiran sungai irigasi dan melewati pos terakhir yaitu memindahkan bola kecil ke dalam galon, akhirnya kami tiba di garis finish. Dua buah nampan berisi snack yang terdiri dari kacang rebus, air mineral gelas, pisang rebus dan ubi jalar rebus telah menanti kami. Sambil melepas lelah kami bercengkerama dan menikmati snack yang disajikan. Di depan kami terlihat pak tani dan sapinya membajak sawah. Hembusan angin terasa segar menerpa kulit kami yang penuh keringat.

Semua kelompok telah selesai menikmati snack, saatnya kami menangkap ikan. Sebuah kolam yang dangkal  terletak tak jauh dari tempat kami beristirahat telah disediakan instruktur untuk kami perebutkan ikannya. Dengan semangat dan penuh keceriaan para asatidzah ini berlomba menangkap ikan dengan tangan kosong. Hasil tangkapan boleh dibawa pulang. Ustad Totok, kepala sekolah kami berhasil menangkap ikan yang paling besar. Wajah-wajah para asatidzah nampak ceria, walaupun terpanggang di bawah teriknya matahari. Sesekali terdengar teriakan dari ustazah yang berhasil menangkap ikan. Setelah dirasa ikannya habis kami menyudahi acara menangkap ikan ini. Dengan tubuh penuh lumpur kami digiring menuju ke sungai. Para instruktur telah menunggu kami dan terlihat tujuh buah ban pelampung besar telah disiapkan. Aha..ini acara yang kami tunggu-tunggu. Mengarungi sungai jernih dan bersih dengan ban pelampung. Segar sekali air sungainya, apalagi kami baru saja berpanas-panasan di kolam berlumpur, membuat kami tak bosan berkali-kali mengarungi sungai itu.

Pukul 10.45 kami telah selesai membersihkan diri dan berganti baju. Segelas teh hangat telah disajikan. Dua orang ibu membawa nampan berisi makanan. Ternyata itu makan siang kami. Di bawah sejuknya pohon kami menikmati makan siang kami bersama-sama. Satu nampan untuk sepuluh orang. Hmm.nikmatnya. Nasi dengan lauk urap sayur, telur, ikan teri dan rempeyek ludes kami habiskan. Terasa sekali suasana kekeluargaan dan keakraban dalam acara ini. Acara kemudian ditutup secara seremonial oleh ustad Kuswanto. Sambil mengikuti penutupan sebagian asatidzah mencoba nyali dengan flying fox. Tepat pukul 11.30 acara telah selesai dan kami pulang dengan hati senang. [waw0ne]


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: