HOOK

28 05 2012

Oleh : Anang Utama, S.Pd.

Guru Kelas 5 SD Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto

Tahukah Anda apa itu hook?

Hook menurut kamus bahasa Inggris berarti sangkutan, cantelan, kail atau kait. Dalam dunia memancing kita sangat kenal hook sebagai ujung mata kail yang digunakan untuk kait umpan.  Sang ikan akan datang  karena tertarik melihatnya.  Pada akhirnya ia terpancing untuk menjadi santapan lezat sang nelayan.

Hook tidak hanya diperlukan bagi para pemancing tetapi juga diperlukan dalam dunia pembelajaran khususnya para pendidik, bedanya jika hook dalam fishing lebih bersifat khusus berupa benda, tetapi dalam dunia mengajar bersifat lebih umum baik benda, perlakuan, tayangan atau yang lainnya.

Seorang nelayan akan memasang umpan yang betul-betul menarik bagi sang ikan, sehingga ketika dimasukan kedalam air,  banyak ikan yang berebut menuju hook tersebut. Demikian juga seorang guru, tentu akan memoles hooknya dengan semenarik mungkin, sehingga sang murid akan tertarik terhadap pancingan sang guru.

Istilah hook dalam dunia pembelajaran lebih dikenal sebagai appersepsi. Banyak para pendidik yang sudah mencantumkan kata appersepsi  di lembar lesson plannya, namun seberapa efektifkah kata hook atau appersepsi itu diterapkan dalam proses pembelajaran?

Dalam pandangan lain hook bisa dikatakan sebagai kegiatan set induction (M. Uzer Usman, 2000) yaitu usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan prokondisi bagi murid agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar.

Beberapa kali kita menjumpai seorang guru yang terburu-buru langsung masuk dalam inti pembelajaran tanpa pendahuluan terlebih dahulu, sebagai contoh :

“Halo anak-anak? Pada pertemuan kemarin kita telah membahas tentang penjumlahan. Nah ! Pada kesempatan kali ini bapak akan menyampaikan tentang pengurangan bilangan,” kata seorang guru  saat membuka pembelajaran.

Contoh diatas mungkin akan memberikan kesan yang kurang menarik bagi siswa karena  proses nya  yang terlalu “ to the point “,  akan lebih menarik jika judul materi tidak langsung disampaikan kepada siswa tetapi melalui tahapan tertentu, dimana sang siswa mencoba menebak materi setelah guru melakukan kegiatan hook atau appersepsi, baik berupa peragaan sosiodrama, cerita, games, film atau yang lainnya.

Coba kita lihat contoh berikut :

Seorang guru masuk dengan muka gembira sambil tertawa, sehingga beberapa siswa bertanya-tanya tentang perilaku sang guru tersebut.

“Bu Guru kenapa? Kok tertawa-tawa,” tanya seorang murid sambil memandang aneh perilaku sang guru.

Bu guru terdiam sambil mengeluarkan  tiga buah roti.

Alhamdulillah, tadi bu Guru membawa 3 buah roti, kemudian saya ambil satu dan kuberikan kepada seorang anak yang sedang menangis. Roti bu guru berkurang satu tetapi saya tetap senang karena pagi ini bu guru sudah bersedekah,” jawab sang guru sambil memberikan 1 buah roti kepada anak yang  bertanya tadi.

Nah, contoh diatas jika dilakukan dengan baik tentu akan memberikan pengalaman baru bagi siswa. Secara tidak sadar melalui peragaan tersebut,  siswa telah masuk kedalam konsep pengurangan, tanpa harus memberitahukan  tema atau materinya. Disisi lain, terdapat nilai akhlak yang bisa diambil yaitu peduli dengan sesama.

Menurut Mashudi (2009), apersepsi berarti penghayatan tentang segala sesuatu yang menjadi dasar untuk menerima ide-ide baru. Secara umum, fungsi apersepsi dalam kegiatan pembelajaran adalah untuk membawa dunia mereka ke dunia kita. Artinya, mengaitkan apa yang telah diketahui atau di alami dengan apa yang akan dipelajari.

Seorang guru akan berhasil menggunakan hooknya sebagaimana perilaku para nelayan untuk menarik perhatian si ikan dengan melihat waktu memancing, kualitas umpan, ukuran kait, kekuatan joran dan tali senar, juga tak kalah pentingnya kesabaran sang nelayan.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hook atau appersepsi kita berhasil memancing perhatian siswa :

  1. Buatlah hook sesuai dengan dunia anak.
  2. Ekspresikan dengan semaksimal mungkin sesuai dengan karakter dalam hook.
  3. Pastikan semua anak dalam kondisi memperhatikan peragaan kita tetapi tidak perlu menyampaikan apa materi hook.
  4. Jika dengan hook kita dirasa mampu mengalihkan perhatian mereka, maka laksanakan hook tersebut tanpa ada kata-kata pendahuluan. Namun jika dirasa kondisi anak belum siap dengan hook,  maka gunakan gerakan atau kata-kata singkat untuk menertibkan mereka sesuai dengan peraturan yang ada, contoh : angkat tangan, tepuk, kata-kata (duduk tertib, julusan muaddaban, apa kabar) atau gerakan yang mengejutkan tapi diskenario apik (menepuk meja, menepuk papan tulis, mengetuk penggaris).
  5. Sesuaikan hook kita dengan materi pelajaran yang akan disampaikan tetapi tidak perlu menyampaikan apa judul materinya.
  6. Pastikan hook kita memiliki makna lebih untuk pengembangan karakter yang baik.
  7. Dan tak kalah pentingnya kesabaran sang guru dalam menghadapi berbagai macam karakter siswa.

Pengertian guru yang sebenarnya adalah sebagai fasilitator bukan sebagai pentransfer ilmu, untuk itu dalam pembelajaran yang baik tentunya sangat diharapkan peran guru dalam merangsang keaktifan, semangat berpikir dan juga kreativitas siswa dalam menemukan makna  dari berbagai sumber dilingkungannya. Untuk itu sudah selayaknya, sebagai guru yang professional tentu berpikir bagaimana menggunakan hook atau appersepsi sebagai bentuk kreativitas untuk menemukan makna yang lebih dalam belajar.

Tamat

Sumber Pustaka :

M. Uzer Usman, 2000, Menjadi Guru Profesional,  Bandung : CV Rosda

John M dan Hassan Shadily, 2006, Kamus Bahasa Inggris Indonesia, Jakarta : PT Gramedia

http://mashudismada.wordpress.com/2009/03/05/ponari-apersepsi-dalam-pembelajaran


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: