MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN DENGAN TUNTUNAN AL QUR’AN

5 04 2012

By Ulil Khusna, S. Pd

Setiap hari kita selalu menggembar – gemborkan tentang kebersihan, Save Our Eart!, Go Green, Think Green atau apalah di lingkungan sekitar kita tanpa ada kesadaran untuk melakukannya, terutama dimulai dari kita sendiri. Lingkungan yang merupakan habitat kita untuk melakukan kegiatan kita sehari – hari akan tetapi keberadaannya seperti terabaikan terutama masalah kebersihan, dalam sebuah hadist disampaikan bahwa “ kebersihan merupakan sebagian dari iman”, hal ini begitu jelas dan gamblang bahwa seseorang yang beriman pasti mencintai kebersihan. Apabila ia mencintai maka otomatis dia akan melakukan apapun untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Alqur’an yang merupakan sumber tuntunan manusia dalam menjalani kehidupan juga menuntun manusia dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tidak merusaknya, seperti yang terkadung dalam QS. Ar Rum ayat 41 – 42 yang artinya ““Telah tampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah : Adakanlah perjalanan dimuka bumi dan perlihatkanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (QS Ar Rum : 41-42).

Dengan gamblang dan jelasnya Qur’an Surat Ar Rum ini menjelaskan bahwa anjuran untuk menjaga lingkungan dan tidak merusaknya merupakan kewajiban kita sebagai seorang muslim dan juga seorang khalifah di muka Bumi ini termasuk juga menjaga kebersihan terutama dimulai dari diri sendiri, kita tidak usah menunggu komando lagi dalam menjaga kebersihan lingkungan karena kita sebagai seorang muslim telah mendapat komando langsung dari Allah SWT.

Menjaga kebersihan lingkungan merupakan salah satu bentuk ibadah kita kepada Allah SWT karena Allah SWT menyukai keindahan dan keindahan itu bisa terwujud karena ada faktor kebersihan, tidak mungkin jika suatu tempat yang kotor akan terlihat indah. Walaupun kebersihan merupakan hal yang sepele dan mungkin semua orang bisa melakukannya akan tetapi merupakan hal yang sulit jika tidak dibiasakan sejak dini terutama dari diri sendiri. Jadi pola pembiasaan merupakan factor yang paling penting juga dalam usaha menciptakan kebersihan lingkungan.

Selain untuk beribadah kepada Allah, manusia juga diciptakanlah sebagai khalifah dimuka bumi. Sebagai khalifah, manusia memiliki tugas untuk memanfaatkan, mengelola dan memelihara alam semesta. Allah telah menciptakan alam semesta untuk kepentingan dan kesejahteraan semua makhluk Nya, khususnya manusia. Keserakahan dan perlakuan buruk sebagian manusia terhadap alam dapat menyengsarakan manusia itu sendiri. Tanah longsor, banjir, kekeringan, tata ruang daerah yang tidak karuan dan udara serta air yang tercemar adalah buah kelakuan manusia yang justru merugikan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Islam mengajarkan agar umat manusia senantiasa menjaga lingkungan. Hal ini seringkali tercermin dalam beberapa pelaksanaan ibadah, seperti ketika menunaikan ibadah haji. Dalam haji, umat Islam dilarang menebang pohon-pohon dan membunuh binatang. Apabila larangan itu dilanggar maka ia berdosa dan diharuskan membayar denda (dam). Lebih dari itu Allah SWT melarang manusia berbuat kerusakan di muka bumi
Tentang memelihara dan melestarikan lingkungan hidup, banyak upaya yang bisa dilakukan, seperti yang terdapat pada amanat GBHN, rehabilitasi SDA berupa hutan, tanah dan air yang rusak perlu ditingkatkan lagi. Dalam lingkungan ini program penyelamatan hutan, tanah dan air perlu dilanjutkan dan disempurnakan. Pendayagunaan daerah pantai, wilayah laut dan kawasan udara perlu dilanjutkan dan makin ditingkatkan tanpa merusak mutu dan kelestarian lingkungan hidup.
Sumber pengetahuan dan tuntunan manusia dalam menjalani hidup yaitu Al Qur’an yang telah mengajarkan kepada kita tentang mejaga lingkungan dan tidak merusaknya merupakan motivasi dan inspirasi kita sebagai seorang muslim, oleh karena itu kita yang diberi mandat langsung dari Allah SWT untuk menjaga bumi sudah selayaknya dan sepatutnya mengamalkannya dalam kehidupan sehari – hari.
Di dalam agama Islam yang merupakan agama yang lengkap dan membawa berkah bagi seluruh umat manusia. Tidak ada agama yang menjelaskan secara rinci hubungan antara manusia dengan lingkungannya dan bagaimana seharusnya menjaga lingkungan agar terwujudnya keseimabangan di muka bumi ini. Konsep ekosistem yang di ajarkan oleh Islam begitu sempurna. sebagai mana yang dijelaskan dalam Qur’an Surah Al-Faatir ayat 27-28 : “ Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat. Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”.

Terjemahan Qur’an Surat Al-Fathir ayat 27 – 28 menjelaskan tentang ketergantungan manusia akan lingkungan untuk mempertahankan hidupnya. Alam menyediakan semua kebutuhan yang kita butuhkan dalam hidup, mulai dari Air yang merupakan sumber kehidupan, buah – buahan sebagai sumber vitamin dan binatang ternak sebagai sumber protein. Begitu kuatnya rasa ketergantungan kita akan alam dan lingkungan seharusnya menjadi pendorong yang kuat pula untuk menjaga dan melestarikannya dan bukan malah sebaliknya.
Menjaga dan melestarikan dengan menjaga kebersihannya, mulai dari hal yang paling kecil yaitu membuang sampah pada tempat sampah, hal yang sangat simple tetapi sulit sekali untuk dilakukan, hal ini disebabkan oleh kemalasan tingkat tinggi yang melanda banyak orang di dunia ini, apalagi untuk memisahkan antara sampah organik dan non organik akan membutuhkan tenaga extra lagi. Padahal sebagai seorang muslim yang beriman kita seharusnya mempunyai kesadaran yang tinggi untuk menjaga kebersihan lingkungan kita. Marilah kita akhiri dan kita tutup rapat-rapat rasa malas kita untuk membuang sampah pada tempatnya dan akan lebih sempurna lagi jika kita juga memisahkan antara samapah organik dan non organik agar lebih memudahkan dalam pengelolaan daur ulangnya. Dengan pengolahan tersebut maka sampah yang dianggap sebagai barang yang kotor dan menjijikkan ternyata juga bisa dimanfaatkan pula menjadi benda yang ada nilai ekonomisnya, sampah organik diolah menjadi pupuk organik dan sampah non organik dapat diolah menjadi tas, dompet maupun aksesoris dengan sentuhan seni.

Gerakkanlah niat dan tujuan kita untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan kita yang dimulai dari hal kecil tapi dapat menghasilkan sesuatu yang besar dan bermanfaat bagi kita pada khususnya dan bagi dunia pada umumnya.
Semoga dengan artikel ini dapat membuka wawasan kita serta kesadaran kita sebagai seorang muslim dan khalifah di muka bumi ini untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan kita dengan tuntunan Al Qur’an yang merupakan sumber kehidupan dan ilmu pengetahuan, amin.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: