Smart Parent : Awas anak kecanduan Game dan Internet

3 04 2012

Fenomena kecenderungan dan kecand

uan game dan internet akan membawa dampak negatife, jika orang tua tidak ikut andil dalam pengawasan terhadap anak. Mengantisipasi hal tersebut, SD Al Irsyad 02 purwokerto menggelar kegiatan Smart Parenting bertempat di aula Kelurahan Purwokerto Wetan, Purwokerto, Kab Banyumas

Kegiatan yang berlangsung sabtu, 10 maret ini mengambil tema “Awas anak kecanduan game dan internet” serta “Lulus UNAS 2012”. Kegiatan ini terbagi menjadi dua sesi, yakni sesi pertama pagi hari dengan mengambil tema “Awas anak kecanduan Game” dan sesi siang hari dengan mengambil tema Lulus UNAS 2012.

Tidak hanya orang tua murid dari SD Al irsyad 02, melainkan orang tua murid secara umum hadir ikut dalam acara seminar smart parenting tersebut.

“Sesi pagi di hadiri oleh orang tua murid kelas I-V dan masyarakat umum, sedang kegiatan sesi siang dihadiri oleh orang tua murid kelas akhir yakni kelas 6 SD dan kelas 9 SMP” kata Ustadz Totok Yulianto, S.Pd

Berbagai tips dan solusi terbaik bagi anak yang telah kecanduan game dan internet diberikan pada acara tersebut. “Kami memberikan arahan kepada  orang tua bagaimana cara memberikan pendampingan kepada anak-anaknya di tengah maraknya berbagai konten yang di tawarkan internet” Imbuhnya.

Pemberian fasilitas gadjet dan internet yang diperoleh secara mudah cenderung akan memberikan dampak negatife. “Jika orang tua ingin memberikan alat komunikasi misal Handphone, laptop atau gadjet lainnya, maka jangan diberikan secara gratis. Di usahakan anak mendapatkan harus dengan usaha dan memilih tingkat kebutuhan anak” Ungkap Miftahul Jinan, selaku pembicara apada kegiatan tersebut.

Senada dengan Ustadz miftahul Jinan, Ustadz Parjiana, S.Pd menambahkan bahwa Kemajuan tehnologi juga akan berdampak pada sikap anak dalam pemilihan figure yang akan ditirunya. Untuk itu orang tua harus menjadi figure bagi si anak, agar anak tidak meniru figure yang lain. Pembentengan terhadap anaak juga perlu diberikan kepada orang tua seperti melakukan perjanjian dengan anak, kapan harus belajar dan kapan harsu belajar.

disesi siang, dalam presentasi berjudul “Bismillah… Lulus UNAS 2012″ pria yang lahir di Ponorogo, 13 September 1969 itu mengatakan bahwa tujuan jangka panjang dari adanya ujian adalah melatih kejujuran anak. Oleh karena itu tidak bisa ditolerir cara-cara yang ‘menghalalkan segala cara’ demi meraih sukses Ujian nasional (UN).

Di akhir kegiatan Ust Totok Yulianto berharap bahwa kegaiatn ini dapat bermanfaat bagi guru dan lebih khusus lagi orang tua. “Kami berharap bahwa Kegiatan seminar Parenting diselenggarakan rutin setiap tahun memberikan pencerahan kepada baik orangtua siswa maupun ustadz/ustadzah, sehingga mampu memberikan bimbingan yang optimal kepada anak baik di rumah maupun di sekolah” pungkas ust Totok mengakhiri. (Abdul Qohin)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: