MEWASPADAI BUDAYA SESAT VALENTINE’S DAY DI BULAN FEBRUARI

10 02 2012

Dari Ibnu Umar RA berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW:
“Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.”
(HR Abu Dawud)
Dari Abu Sa’id Al-Khudhri RA, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Sungguh kalian akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian jengkal demi jengkal dan hasta demi hasra, sehingga sekiranya mereka masuk ke lubang biawak pun kalian akan tetap mengikuti mereka! “Kami bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu Yahudi dan Nashrani? “Beliau menjawab: Maka siapa lagi (kalau bukan mereka)?”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Berhati-hatilah memasuki bulan Februari! Barangkali demikian pesan yang harus disampaikan bagi para remaja muslim, tak terkecuali pelajar Islam Al-Irsyad Al-Islamiyyah Purwokerto. Betapa tidak, di bulan ini tidak sedikit remaja Islam tersesat di dalamnya. Dimulai dengan taqlid buta (mengikuti) budaya orang-orang Barat, menerima apa saja yang datang dari mereka tanpa dipilih dan dipilah, akhirnya tanpa sadar tidak sedikit diantara remaja muslim terjerumus dalam tradisi sesat tersebut. Na’udzu billahi min dzalik.
Jika melihat fenomena yang terjadi selama ini, Valentine’s day atau biasa disebut hari kasih sayang jatuh pada tanggal 14 Februari. Pada hari itu orang saling mengirimkan kartu ucapan selamat (greeting card) atau SMS (Short Message Service) dalam rangka merayakan hari valentine. Ucapan-ucapan itu dikirim kepada teman, anggota keluarga atau pun orang-orang yang dikasihi. Biasanya berisi ucapan-ucapan cinta. Selain berbentuk kartu, valentine dapat berbentuk hadiah (gift) yang berisi coklat atau pun bunga-bunga. Selain itu, mereka pun memperingatinya dengan cara mengadakan pesta-pesta, dansa, menyanyikan lagu cinta dan tidak sedikit yang mengakhirinya dengan perbuatan zina (free sex). Astaghfirullahal’adzim.

Kilas Balik Sejarah Valentine’s Day
Untuk dapat lebih memahami Valentine’s Day, ada baiknya kita telusuri jejak sejarah dari mana tradisi sesat ini berawal. Dalam The encyclopaedia Americana vol XXVII, halaman 860 disebutkan bahwa Valentine’s Day adalah: A day on which lover traditionally exchange affectionate message and gift, it is observed on February 14, the day on which saint valentine was martyred, (sebuah hari dimana orang-orang yang sedang dilanda cinta secara tradisi saling berkirim pesan-pesan cinta dan hadiah-hadiah, hari itu diperingati pada tanggal 14 Februari, suatu hari dimana Saint Valentine menjadi martir (semacam syahid di dalam Islam).
Saint Valentine adalah seorang uskup dari kota Interamna. Ia dihukum mati oleh kaisar Cladisius II (sekitar abad 3 M) karena dianggap melanggar peraturan kaisar yang melarang para pemuda kawin. Situasi saat itu mungkin menuntut kaisar untuk memperbanyak prajurit, sementara pemuda yang belum kawin dianggap lebih potensial untuk menjadi prajurit yang tangguh. Namun Saint Valentine melanggar peraturan tersebut. Dengan diam-diam ia mengawinkan sepasang anak muda. Akhirnya ia dihukum mati oleh kaisar pada tanggal 14 Februari 270 M. Eksekusi pun dilaksanakan di jalan flamina. Jalan kuno yang membentang dari kota Roma menuju Cisalpine Gaul.
Dari sini sudah sangat jelas bahwa budaya memperingati Valentine’s Day bukan datang dari Islam akan tetapi berasal dari kaum Nashrani. Dengan demikian, apabila kita sebagai muslim mengikuti budaya tersebut, berarti kita tidak beda dengan kaum Nashrani sebagaimana hadits nabi yang telah disebutkan di atas.
Budaya Sinkritisme Dalam Valentine’s Day
Seperti halnya upacara ritual yang berlaku di agama Nashrani lainnya, yang umumnya merupakan hasil sinkrikisme (perpaduan) dari berbagai kebudayaan, tradisi valentine pun ternyata mempunyai kaitan erat dengan tradisi yang dilakukan masyarakat Romawi kuno. Kenyataan ini diungkapkan dalam Every man’s encyclopedia, vol XII halaman 388 sebagai berikut: the custom of sending valentines probably had its origin in a heathen practice connected with the worship of Juno Februaris at the Lupercalia, (kebiasaan saling berkirim valentine barangkali berasal dari upacara penyembahan berhala yang dikaitkan dengan peribadatan Juno Februaris di gua Lupercalia).
Lupercalia merupakan upacara ritual yang dilakukan orang-orang Romawi kuno yang dilaksanakan setiap tanggal 15 Februari untuk menyembah dewa Lupercus, yang diyakini sebagai dewa kesuburan, dewa padang rumput dan pelindung ternak. Juga dihubungkan dengan penyembahan pada dewa Faunus yang diyakini sebagai dewa alam dan pemberi wahyu, upacara tersebut dipimpin oleh satu badan keagamaan yang disebut Luperci.
Pada tahun 494 M, dewan gereja di bawah pimpinan Paus Gelasius I mengubah bentuk upacara Lupercalia menjadi perayaan Purifikasi (pembersihan diri). Dua tahun kemudian sang Paus mengubah tanggal perayaan Purifikasi yang berasal dari upacara Lupercia ini dari tanggal 15 Februari menjadi tanggal 14 Februari, sehingga bertepatan dengan meninggalnya Sint Valentine. Upacara inilah yang kemudian dikenal dengan nama valentine’s day.
Peringatan valentine’s day ini pun terus berlangsung. Pada permulaan abad ke-15 orang-orang Inggris mulai memperingatinya dengan saling mengirimkan kartu yang digambar dengan tangan. Kemudian sekitar abad ke-19, kartu-kartu ucapan dibuat dengan media cetak mulai beredar dan dikomersilkan. Kebiasaan ini pun akhirnya terus berlanjut sampai sekarang.
Kesimpulan
Bila sejarah perayaan valentine’s day yang menyesatkan itu adalah berasal dari orang-orang Nashrani yang dicampur adukkan dengan kebudayaan orang-orang Romawi kuno para penyembah berhala, lalu mengapa kita sebagai generasi muda Islam begitu antusias sekali memperingatinya dan dijadikan satu momen yang melambangkan kemenangan sebuah cinta. Sungguh, peringatan yang semacam ini merupakan kesesatan nyata yang sudah seharusnya dihindari oleh setiap muslim.
Padahal dalam Islam sendiri, kasih sayang bukan hanya sehari dalam setahun. Akan tetapi setiap hari kita dapat menebar kasih, menebar sayang dan menanam cinta. Tentu saja dilandasi dengan rasa kasih, sayang dan cinta kepada Allah SWT. Itulah yang diharapkan dari seorang muslim yang baik. Sekarang mari kita membuang jauh-jauh rencana kita untuk ikut-ikutan merayakan valentine, karena itu tidak terdapat aturan dalam Islam, bahkan melanggar syariat Islam.

Oleh:
Alex Nanang Agus Sifa, S.Fil.I
(Guru SD 02 Al-Irsyad Al-Islamiyyah Purwokerto)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: