“Mengenal Tradisional Food”

29 11 2011

Banyak cara dilakukan oleh sekolah untuk mengenalkan makanan tradisional khas daerah. Salah satunya seperti yang di lakukan oleh Siswa-siswi kelas IV SD Al Irsyad 02 Purwokerto misalnya hari Jum’at 28 Oktober 2011, para siswa di ajak untuk membuat makanan tradional khas banyumas dalam acara yang bertajuk “Traditional Food”.
Penanggungjawab acara sekaligus waka level IV, Febriyanti, mengatakan, kegiatan memasak bersama ini dilakukan untuk mengenalkan masakan khas banyumas. “Ada 136 siswa kelas IV. Nah, kegitan mereka ada yang memasak Mendoaan, pisang goreng dan pisang coklat goreng ,” ungkapnya ramah.
Ditambahkan, untuk jenis masakan tersebut, siswa tidak perlu repot-repot mencari bahan-bahan yang di butuhkan karena sekolah sudah menyiapkan seluruh bahan-bahan yang di butuhkan. “Mereka kita bagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok itu ada 10-12 anak. Jadi mereka berlomba membuat makanan traditional seenak dan semenarik mungkin. Dan bagi kelompok yang menyajikan terbaik dengan rasa yang enak akan mendapatkan reward dari sekolah,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan memasak makanan traditional ini juga membuat para siswa dapat berbagi tugas di tiap-tiap kelompoknya. “Nanti akan diambil juga untuk juaranya, yakni 1 terbaik dari kelompok putri dan 1 terbaik dari kelompok putra,” imbuhnya.
Salah satu Tujuan edukasinya adalah untuk melatih keterampilan life skill anak. “Semoga mereka bisa bekerjasama dalam kelompok dan bisa menerapkan juga masalah kebersihannya dari sebelum mereka memulai masak dan sampai akhir mereka memasak,” harap ustadz Totok Yulianto kepala SD Al Irsyad 02 Purwokerto di sela-sela kegiatan anak-anak.
Sementara itu, seorang siswa, Audre Nabila mengaku merasa senang dengan kegiatan ini. “Saya senang sekali mengikuti kegiatan ini karena dapat menjadi bekalku nanti pada saat aku besar”. Diharapkan, nantinya anak-anak tahu bagaimana repotnya memasak dan dari situ pula mereka akan bisa mengetahui dan bisa menjadi bekal jika ada anak-anak kelak serta anak-anak ini tetap terus berempati pada orangtuanya yang selama ini bersusah payah membuat masakan buat mereka lanjut ustadz totok menambahkan. (abdul Qohin)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: