Tahun Baru Islam Kalah Petasan

22 11 2011

Oleh: WiwinWijayati, S.Pd.
Guru SD Al Irsyad 02 Purwokerto

Sreet….! Satu lembar lagi kalender sobek yang mangkal di atas meja kerja harus menjadi penghuni tempat sampah. Phew….sobat, tidak terasa ya, dalam hitungan minggu, sebentar lagi kita akan memasuki tanggal keramat di awal tahun. 1 Januari, tanggal yang memaksa kita mencampakkan kalender lama yang lecek bin dekil of the kumel dengan semua kenangan yang tersimpan di setiap tanggalnya. Posisinya wajib digantikan oleh almanak baru yang siap merekam setiap peristiwa dalam keseharian kita. Ibarat pepatah, habis tanggal, kalender dipenggal, kejam tidak yaa?
Tidak hanya mengganti kalender secara massal, akhir tahun juga selalu diwarnai berbagai tradisi. Di stasiun tv, ada tayangan yang mengulas peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam satu tahun yang akan ditinggalkan. Dukun dan paranormal banyak disantroni untuk diminta meramal jodoh, rizki, musibah, atau peruntungannya di tahun depan. Para desainer pakaian, penata rambut, atau produsen kosmetik juga sudah siap me-launching produk-produk terbarunya untuk dipopulerkan di tahun mendatang.
Tapi semuanya kalah prestise dibandingkan tradisi perayaan tahun baru. Para remaja, terasa garing binti kering-kerontang kalo malam tahun baru tidak dengan acara arak-arakan di jalan raya. Baik dengan jalan kaki atau dengan kendaraan bermotor sambil membakar petasan dan kembang api, niup terompet, metik gitar, dan menabuh gendang.
Di Indonesia dan juga di seluruh dunia, tiap tahun memasuki bulan Desember, seluruh pelosok kota-kota besar berbenah mempercantik diri. Bola lampu warna-warni dipasang menerangi jalan, hotel-hotel memasang lampu hias bertuliskan “Merry Christmas and Happy New Year”, toko-toko, supermarket, café, semua tempat agaknya tidak mau ketinggalan dalam moment yang satu ini. Tukang-tukang terompet mulai memenuhi tiap sudut jalan menjajakan terompet aneka bentuk dan warna. Tukang balon pun tidak mau kalah.

Kian malam suasana kian meriah,. Tepat jam 00.00, udara dipenuhi dengan hingar bingar suara terompet, klakson dan petasan. Tak jarang, di langit pun meriah bertabur cahaya kembang api. Ini terjadi dimana-mana. Sangat jarang ada anak muda yang tidak peduli dengan perayaan yang satu ini. Mereka semua senang, semua bahagia.

Sungguh sangat mengkhawatirkan….
Sobat muda muslim, sekarang kita tahu kalau perayaan pergantian tahun merupakan tradisi yang berasal dari orang kafir. Dengan dukungan sumber informasi dunia yang mereka kuasai, mereka menyeru dan mempublikasikan hari-hari besarnya ke seluruh lapisan masyarakat serta dibuat kesan seolah-olah hal itu merupakan hari besar yang sifatnya umum, populer, tren, dan bisa diperingati oleh siapa saja. Padahal ini merupakan salah satu cara mereka untuk menjauhkan umat Islam dari agamanya. Hati-hati ya…
Sialnya, banyak dari kita yang tidak menyadari serangan budaya ini. Terlena oleh acara malam tahun baru yang dikemas secara apik dan menarik. Rasul dengan tegas melarang umatnya untuk meniru-niru budaya atau tradisi agama atau kepercayaan lain. Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang menyerupai (bertasyabuh) suatu kaum, maka ia termasuk salah seorang dari mereka”. (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan ath-Thabrani)
Nah, lalu apa yang harus kita lakukan?….
Apa yang kita harapkan di masa depan jika sekarang kita lebih suka hura-hura bin pesta-pora dibanding memanfaatkan waktu untuk mengasah keterampilan, pola sikap, dan pola pikir kita. Bisa-bisa otak kita sampai meninggal masih orisinil karena jarang dipakai buat nyari pemecahan masalah. Walah!
Suatu saat juga kita akan sampai di ujung waktu. Satu masa dalam hidup saat kita tidak bakalan diberi kesempatan ulang untuk berbuat baik atau bertobat. Masihkah kita memimpikan kesenangan surgawi di kala kita sibuk mengejar materi dan popularitas dengan mengorbankan aturan Ilahi. Karena itu, mari kita sama-sama sambut kesempatan yang Allah berikan dengan memperbanyak amal saleh dan mengurangi amal salah. Kita luruskan niat dalam berperilaku semata-mata mengharap ridho Allah Swt. Kita ringankan langkah kaki menuju taman-taman surga tempat mengkaji, memahami, meyakini semua aturan Allah Swt. Kita kuatkan pijakan kaki kita di atas akidah Islam di tengah serangan budaya dan pemikiran Barat. Kita padati hari-hari kita untuk siapkan perbekalan dalam menghadapi masa tua dan masa persidangan yaumul hisab kelak. Terakhir, kita semayamkan dalam diri kita semangat perjuangan Rasulullah saw
Bagaimana dengan tahun baru Islam, semua biasa saja dan tidak semangat, padahal kita hidup untuk sesuatu yang nyata dan bertanggung jawab untuk kita kelak, maka janganlah terpengaruh dengan budaya Negara lain yang bertentangan dengan budaya Islam kita agama yang diridhoi Allah. Maka renungkanlah apa saja yang telah kita perbuat selama 1 tahun itu? sudahkah kita melakukan hal-hal yang bermanfaat? atau bahkan malah telah melakukan hal-hal yang merugikan orang lain?.
Mengecam dan menjelakkan pihak lain bukanlah solusi, itu hanya menambah masalah baru. apa hidup kita msih kurang bermasalah????.
Jawabannya kita sndiri yag tau.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: