Jagalah Mereka, Sebelum Mereka Pergi

22 11 2011

Oleh : Diah Zuikaningsih, S.Pd
Guru SD Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto

Apakah kita selalu berkata santun kepada kedua orang tua ?Siapa yang menjaga mereka ketika di waktu senja nanti ?Sudahkah kita selalu memberi salam atau berpamitan kepada kedua orang tua saat hendak berangkat ke sekolah ?Kapan terakhir kali kita mendo’akan mereka dengan ikhlas ?

Dan masih banyak pertanyaan lain yang tertanam untuk kita jawab. Renungi sejenak apa yang sudah kita lakukan untuk kedua orang tua. Selagi kedua orang tua kita masih hidup, lakukan sesuatu terbaik untuk mereka. Karena suatu saat, Allah swt akan mengambil mereka seketika dari sisi kita.
Kedua orang tua adalah manusia yang paling berjasa bagi diri seorang. Terutama seorang cinta kasih seorang bunda. Kita sadari seorang bunda sudah bersusah payah mengandung kita selama 9 bulan. Setelah kita lahir ke dunia beliau merawat kita sejak bayi, rela mengorbankan waktunya untuk kita sampai saat ini, dan memberikan cinta yang abadi hingga takkan pernah tergantikan. Sedangkan ayah adalah orang yang memeras keringat dan membanting tulang untuk mencari sesuap nasi bagi istri dan anak-anaknya. Beliau bekerja siang malam hingga tak kenal lelah berharap anak istrinya mendapatkan kehidupan yang layak dan nyaman.
Bunda yang selalu merawat kita dengan tabah. Beliau pun menimang, mengajari latihan berjalan, latihan berbicara, dan menyuapi kita. Tetapi terkadang kita marah jika kemauan yang diinginkan tidak dituruti. Seperti halnya kesal, ngambek, dan bertutur yang tidak sopan. Meskipun demikian, beliau selalu memaafkan perbuatan kita.
Jika hari ini kita merasa hidup, bermanfaat, tersenyum, dan tertawa maka semua ini tak mungkin terjadi karena peran ayah dan bunda.
Hari ini cerita bergulir, kita telah beranjak remaja, dewasa, ada diantara kita yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Kedua orang tua kita kini semakin renta, kulit berkerut, dan kemampuan mereka semakin lemah.
Sebagaimana sudah tercantumkan dalam ayat-ayat Allah memerintahkan kepada kita agar selalu berbakti kepada kedua orang tua kita.
“Dan kami telah mengamanatkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah semakin bertambah lemah. Maksudnya, derita payah waktu mengandung bukan semakin berkurang. Sebaliknya semakin bertambah, sebab beban kandungan semakin lama semakin membesar dan memberat, semakin masa penyapihan bayinya dalam umur dua tahun. Karena itu, bersyukurlah kepadaku dan taat kepada kedua orang tuamu, karena kepadakulah tempat kembalimu.”(QS. Luqman : 14)

Kita ada karena kedua orang tua yang senantiasa menyayangi. Pengorbanan mereka tak kan pernah terbalaskan. Bagaimana pun keadaan orang tua kita, darah dagingnya melekat dalam diri kita. Ikhlas kondisi apapun yang ada pada kedua orang tua, meskipun mereka masih bergelimang dosa. Kita wajib berikhtiar secara optimal untuk membantu dan mendoakan agar Allah menyadarkan dan mengampuni segala dosanya. Kita hendaknya berhati-hati dalam mentaati perintah orang tua, selagi tidak menjerumuskan di jalan maksiat. Tetapi, kalau orang tua belum taat, tugas kita yang harus membuktikan bahwa kita mengenal agama dan menaatinya. Sikapi kekurangan orang tua dengan kelapangan hati. Bagaimana pun tidak ada manusia yang sempurna.
Allah swt tak pernah bosan mengurus semua hamba-Nya. Amalan yang sangat dicintai oleh Allah adalah amalan memuliakan orang tua (birul walidain). Bagi siapa pun yang selalu berusaha untuk memuliakan kedua orangtuanya, niscaya Allah akan mengangkat derajatnya ke tempat yang paling tinggi baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Al-Imam Adz-Dzahabi menjelaskan bahwa birrul walidain atau bakti kepada kedua orang tua, hanya dapat dilakukan dengan memenuhi bentuk kewajiban dengan cara, pertama, Menaati segala perintah orang tua, kecuali dalam maksiat, kedua, Menjaga amanah harta yang dititipkan orang tua atau diberikan oleh orang tua. Ketiga, Membantu dan menolong orang tua jika mereka membutuhkan.
Namun, jika salah satu dari ketiga kriteria tersebut terabaikan maka anak tersebut belum layak disebut telah berbakti kepada kedua orang tuanya. Berbakti kepada kedua orang tua merupakan kewajiban, tetapi perlu digarisbawahi selama bukan untuk maksiat. Kita harus menjaga harta mereka, bukan untuk menghamburkannya. Kita juga seharusnya siap dalam keadaan apapun, ketika orang tua kita membutuhkan pertolongan, kita adalah orang pertama yang wajib menolong mereka. Oleh karena itu, Allah menyebutkan kewajiban berbakti.

“Allah telah menetapkan agar kalian tidak beribadah melainkan kepada-Nya, dan hendaklah kalian berbakti kepada kedua orang tua.” (Al-Isra : 23)

Kewajiban seorang anak berbakti merupakan ketetapan. Hal tersebut sangat ditekankan. Karena merupakan penyempurnaan ibadah kepada Allah swt. Sebagai anak yang baik, apa saja kewajiban kita kepada kedua orang tua ?. Kewajiban kita kepada kedua orang tua antara lain :
1. Berbakti kepada kedua orang tua.
2. Bersikap secara baik, yaitu dalam berkata, berbuat, memberi sesuatu atau melarang orang tua untuk melakukan sesuatu tertentu.
3. Memuliakan kedua orang tua
4. Jangan mengungkapkan kekecewaan atau kekesalan, meskipun lewat ucapan “ah” atau “uh”.
5. Jangan bersuara lebih keras atau memutus pembicaraan mereka, jangan berbohong, jangan mengejutkan, dan jangan pula meremehkan mereka.
6. Berterima kasih atau bersyukur kepada keduanya.
7. Rawat dan jagalah mereka dengan penuh kasih sayang
8. Mintalah ijin kepada kedua orang tua jika hendak berpergian.
9. Berikan nafkah kepada mereka, apabila mereka membutuhkannya.
10. Mendoakan kedua orang tua.
Dari kewajiban sebagai anak hendaknya melaksanakannya dengan baik. Berusaha menjadi anak soleh, karena merupakan kebahagiaan yang terbesar oleh kedua orang tua. Sebagai anak soleh hendaknya beribadah dengan rajin, belajar yang tekun, berpamitan atau minta ijin ketika keluar dari rumah, tidak marah-marah, dan membantu orang tua di rumah. Gunakan waktu bersama kedua orang tua dengan menjaganya dan saling bertukar pikiran.
Ketahuilah bahwa menjadi anak yang soleh merupakan kebanggaan bagi kedua orang tua. Begitu pentingnya birrul walidain di kehidupan. Jagalah mereka, sebagaimana mereka telah melakukan banyak hal kepada kita. Karena belum tentu esok hari mereka masih bersama kita. Perlakukan dengan baik dan jaga ucapan kita. Senantiasa mendoakan mereka.

Daftar Pustaka :

Kholid. Artikel. Berbakti kepada kedua orang tua. http://ustadzkholid.com/akhlaq/berbakti-kepada-orang-tua/ diunduh 20 Oktober 2011
Ahli Sufi. 2010. Birrul walidain : http://alifsufi.com/artikel/renungan/birrul-walidayn-bakti-kepada-orang-tua.html diunduh 20 Oktober 2011
Azis Abdul Syaikh. 2010. Adab Memuliakan Kedua Orang tua (Artikel) : http://dakwahline.blogspot.com/2010/08/memuliakan-kedua-orang-tua-adab-birrul.html diunduh 20 Oktober 2011


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: