Ayo Buat Bumi Kita Hijau!

6 10 2011

“Teet… Teet…” bel berbunyi, tanda isitrahat kelas IV SD Tunas Indah selesai. SD Tunas Indah adalah sekolah Anita Latifa Aqila yang biasa dipanggil Anita, Denada Fineta Hanifa yang biasa dipanggil Denada, dan Debrina Mitha Azzahra yang biasa dipanggil Mitha, yang merupakan sahabat. Setelah mendengar bel sekolah, mereka bertiga memasuki kelas. Semua anak menyiapkan buku modul dan buku tulis pelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial).

“Assalamu’alaikum anak-anak!” Ibu Desi Guru IPS, memberi salam. “Wa’alaikumussalam Ibu Desi!” jawab anak-anak. “Baiklah, anak-anak, hari ini kita akan belajar tentang Kepedulian Terhadap Lingkungan. Anak-anak tahu tidak, kalau kita itu wajib menjaga lingkungan kita dengan baik? Supaya bumi kita bisa menjadi hijau, bersih, dan indah. Sekarang Ibu mau tanya, bagaimana caranya untuk menjaga lingkungan kita?” Ibu Desi menjelaskan sekaligus bertanya.  Anita mengacungkan tangannya. “Silakan,” Ibu Desi mempersilakan. “Kita tidak boleh membuang sampah sembarangan di sungai. Kita juga tidak boleh menangkap ikan dengan pukat harimau,” jawab Anita. “Wah… jawaban bagus, Anita!” puji Ibu Desi.

“Selain itu, kita juga bisa membuat terasering supaya tidak terjadi longsor. Kita juga bisa membuat tembok atau bangunan secara sengaja untuk mencegah terjadinya abrasi. Lalu kita juga tidak boleh menebang pohon secara sembarangan dan terus-menerus. Dan yang paling penting, kita harus mempunyai kesadaran tersendiri untuk tetap menjaga lingkungan dengan baik. Oke? Kalian harus janji mengamalkannya untuk tetap menjaga lingkungan kita dengan baik.” Ibu Desi menjelaskan dengan detail.

Akhirnya semua murid kelas IV SD Tunas Indah berjanji akan mengamalkannya. Termasuk juga Anita, Denada, dan Mitha.

Di pagi yang cerah ini, Anita, Denada, dan Mitha tracking di Hutan Kinau karena hari ini mereka sedang libur. Anita, Denada, dan Mitha berjalan-jalan menuju hutan. “Wah… hutannya asri sekali ya!” Mitha kagum. “Iya, bener banget tuh!” Denada membalas. “Hawanya sejuk, hijau, dan yang paling penting indah… banget!” kata Anita.

Tiba-tiba Anita, Denada, dan Mitha melihat ada sekawanan anak kecil yang sedang bersiap-siap untuk menebang pohon. Ternyata setelah dilihat lebih dekat, anak itu berasal dari SD Permata Alam. Memang sih, mereka semua terkenal dengan anak yang jahil di sekolahnya. Lalu, ketiga gadis itu langsung berlari dan mencegatnya.

“Hai kalian! Lagi apa? Kamu pasti ingin menebang pohon ini secara sembarangan!” kata Anita tegas. “Enggak kok!” dusta anak lelaki kurus bernama Toni. “Udah deh! Kalian enggak usah bohong! Kita tahu kok!” kata Denada. “Memang enggak kok! Jangan sembarangan menuduh!” anak dengan rambut hitam berminyak yang bernama Ilham ikut berbohong . “Please… jujur ya!” kata Mitha. “Em… iya! Kita menebang pohon untuk kesenangan kita,” akhirnya salah-satu anak berbadan jangkung, Ahmad, mengaku juga.

“Oh… gitu ya? Nih ya, kita itu tidak boleh menebang pohon secara sembarangan. Apa lagi kalau untuk dibuat mainan. Karena, kalau pohon kita ditebang secara sembarangan dan terus menerus, pohon kita bisa habis. Lebih baik sekarang kita itu bersatu untuk melakukan Program Penghijauan! Karena, mencegah lebih baik daripada mengobati. Gimana? Setuju enggak?” kata Anita si bocah pintar ini. “Iya-iya, aku setuju,” Ilham manggut-manggut.

Lalu mereka semua pulang ke rumah masing-masing. Rumah Anita di Jl. Wangian Perumahan Cleopatra Indah 1. Kalau rumah Denada di Jl. Kembar Perumahan Cleopatra Indah 2. Sedangkan rumah Mitha di Jl. Perumahan Mekar Sari 3. Kalau rumah Toni di Jl. Kubang Perumahan Cleopatra 1. Lalu rumah Ahmad di Jl. Kopi Perumahan Mekar Sari 3. Dan yang terakhir adalah Ilham. Rumah Alya di Jl. Tiaran Perumahan Tiara. Mereka semua bersahabat.

Seminggu kemudian mereka semua menggalang dana untuk melakukan program Penghijauan sekaligus mengumpulkan orang untuk membantu Anita, Denada, Mitha, Toni, Ahmad, dan Ilham. Orang yang dicari adalah laki-laki, kira-kira berusia lebih dari 20 tahun.

Akhirnya uang yang mereka dapatkan untuk Program Penghijauan terkumpul Juga. Uang itu untuk membeli bahan-bahan. Dan orang yang mereka butuhkan  sudah ada sebanyak 10 orang.

Seminggu kemudian, mereka semua mulai melakukan Program Penghijauan. Dan yang paling spesial, ada beberapa perwakilan dari Dinas Pertanian dan Lingkungan Hidup. Mereka datang dan membantu Anita dan sahabat-sahabatnya termasuk Toni, Ahmad, dan Ilham.

Program Penghijauan telah dimulai. Yang dilakukan mereka adalah menanam tanaman albasia. Mereka semua bekerja dengan bersemangat nan giat. Akhirnya semua yang dilakukan mereka sudah selesai. Anita, Denada, Mitha, Toni, Ahmad, dan Ilham berterimakasih kepada setiap orang yang telah membantu mereka.

Semua stasiun televisi, media cetak, dan wartawan meliput para sahabat Anita.  Berita ini telah diketahui oleh setiap orang di Indonesia. Karena itu, para guru dan sahabat Anita sangat bangga dengan prestasi dan kegiatan yang dilakukan oleh murid sekolah Tunas Indah.

Pada hari Senin di sekolah Tunas Indah Anita, Denada, dan Mitha dipersilakan untuk maju ke depan lapangan upacara. Mereka semua diberi uang pendidikan, piagam, dan tentunya ucapan selamat dan penghargaan karena telah berhasil membuat Program Penghijauan dengan hasil yang maksimal.

“Anak-anak, kalian harus mencontoh Anita, Denada, dan Mitha untuk melakukan Program Penghijauan dengan hasil kerja keras sendiri. Dan yang paling penting adalah, kalian semua tidak boleh melupakan pelajaran walaupun harus mencari dana untuk Program Penghijauan tersebut, dan kalian harus berjanji untuk bisa mengamalkannya.” kata bapak kepala sekolah kepada seluruh murid di SD Tunas Indah.

Begitu pula di SD Permata Alam. Toni,  Ahmad, dan Ilham juga dipersilakan untuk maju ke depan lapangan pada saat upacara hari Senin. Toni, Ahmad, dan Ilham diberi uang pendidikan, piagam, dan tentunya ucapan selamat dan penghargaan.

“Selamat anak-anak. Kalian bisa membuat Program Penghijauan yang sangat amat baik dan sukses.’ Terima kasih pak. Kata Toni, Ahmad, dan Ilham bersamaaan.

“Terima kasih pak. Ini semua juga berkat Anita, Denada, dan Mitha dari SD Tunas Indah. mereka semua menjelaskan tentang keutamaan menjaga alam. Karena itu kami bertiga setuju atas ide Anita yang akan membuat Program Penghijauan.’ Kata Ahmad.

“Oke anak-anak di SD Permata Alam, kalian semua harus mencontoh Toni, Ahmad, dan Ilham. Mereka bertiga ini telah berhasil membuat Program Penghijauan atau bisa dibilang menjaga alam kita. Dan kalian semua harus berjanji untuk mengamalkannya.” Kata Bapak Ali sang kepala sekolah.  Lalu semua anak dari SD Tunas Indah dan SD Permata Alam akan berjanji untuk mengamalkannya.

Ayo anak-anak Indonesia, mari kita hijaukan bumi! Kita harus menjaga alam kita dengan baik dan tidak boleh menggunakan hasil alam secara sembarangan atau menggunakan hasil alam yang sangat amat tidak berguna untu kehidupan kita, orang disekitar kita, dan alam kita. Maka dari itu kita harus hidup bersih dan sehat, karena bersih sebagian dari iman.

Hijau bumiku, sehat hidupku!

penulis : Salma Nabila Wisista


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: