Aku Bisa Memaafkan seperti Rosululloh

19 09 2011

Pagi itu, cuaca begitu cerah. Saat yang menyenangkan bagi siswa-siswi SD Al-irsyad bermain dan bercanda. Begitu juga dengan Arya, Vian, Soleh dan teman-teman yang lain. Mereka asyik bermain kejar-kejaran.
Buggg!!!
“Aduh” , Soleh memegangi kepala yang baru saja terkena lemparan bola. Terdengar suara tangis yang amat keras membuat semua mata tertuju pada sumber suara.
“Ustadzah…ustadzah…Soleh kena bola sama anak kelas tiga” lapor Nabil dengan nafas terengah-engah.
Di TKP,sudah berkerumun anak-anak dan beberapa orang guru yang penasaran dengan apa yang sedang terjadi. Tidak terkecuali Hamid, siswa kelas tiga yang tanpa sengaja menendang bola ke arah Satria. Terlihat pemandangan yang indah. Hamid dengan ketulusannya mengulurkan tangan meminta maaf pada Soleh.
“Gak mau…” bentak Soleh tanpa menghentikan tangisnya. Bahkan dia berniat untuk membalas perbuatan kakak kelasnya.
Anak-anakku, memang amat menyakitkan jika kita terlukai oleh orang lain. Apalagi jika luka itu sampai masuk ke dalam hati. Dendam adalah satu-satunya kata yang terlintas dalam hati dan pikiran kita. Kita tidak mau tahu apakah teman yang melukai kita itu sengaja atau tidak. Bahkan ketika teman kita sudah meminta maaf atas kesalahannya terkadang kita sangat susah untuk memaafkan. Padahal, jika kita sadari kita juga pernah melakukan kesalahan pada orang lain karena memang manusia itu tempatnya salah dan lupa. Nabi kita Nabi Muhammad SAW pernah bersabda :“Manusia adalah tempat berbuat salah dan lupa.”. jadi tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan atau tidak pernah lupa.
Lalu apa yang harus kita lakukan ketika disakiti orang lain??
“MEMAAFKAN” adalah satu-satunya jawaban yang tepat agar hati kita tenang dan tidak diliputi rasa dendam. Rosululloh pernah merasa sangat tersakiti ketika perang uhud. Dalam perang tersebut, paman beliau yang bernama Hamzah wafat dengan cara yang sangat mengenaskan. Hampir saja wajahnya tidak dapat dikenali karena terlalu banyak sayatan pedang yang mengenai wajahnya. Bukan hanya itu saja, bahkan dadanya dibelah dan jantungnya dimakan oleh Hindun yang terbakar oleh dendam, karena ayah dan adiknya mati di tangan Sayyidina Hamzah pada perang badar yang lalu. Saat berita itu sampai ke telinga Rosululloh, beliau sangat marah dan berniat membalas dendam perbuatan orang-orang kafir tersebut tetapi tiba-tiba saja hatinya yang terbakar dendam tiba-tiba luluh setelah turun surat An- Nahl ayat 126 yang artinya
“Jika kamu ingin membalas dendam, maka balaslah siksaan yang menimpamu dengan hal yang serupa, jika tidak, bersabarlah!. Sesungguhnya di sisi Allah bersabar itu lebih baik bagi orang2x yang sabar.”(QS. An-Nahl :126)
Subhanalloh, memang Alloh membolehkan kita untuk membalas perbuatan orang yang menyakiti kita dengan hal yang serupa. Akan tetapi, Alloh lebih menyukai orang-orang yang bersabar dan mau memaafkan seperti nabi kita.
Cerita perang uhud berlanjut ketika penaklukan kota Mekkah. Saat itu, orang-orang kafir ditahan oleh kaum muslimin dan dikumpulkan di dekat ka’bah untuk menunggu keputusan dari Rosululloh. Tanpa mereka duga, Rosululloh membebaskan semua tanpa syarat. Akhirnya orang-orang kafir tersebut berbondong-bondong masuk islam. Bahkan Wahsyi sang pembunuh utama paman nabi pun beliau maafkan.
Itulah nabi kita, orang yang sangat baik hati dan pemaaf. Ayo, kita mencontoh Rosululloh. Maafkan kesalahan teman kita dengan penuh kerelaan dan lapang dada. Dengan memaafkan, hati kita akan lebih tenang, pikiran kita tidak terbebani dengan pikiran bagaimana cara kita membalas dendam, yang pasti kita lebih disukai oleh Alloh. Dengan memaafkan juga akan terjalin hubungan yang baik dan harmonis antarkeluarga, antarteman, atau antarsaudara.
Anak Sholeh pasti bisa memaafkan seperti yang Rosululloh contohkan.
Penulis : Ustdh Iswati (Guru)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: