Berlindung dari sifat Kemunafikan

19 09 2011

Alhamdulillah, Ramadhan telah kita lewati dengan penuh semangat berbuat taat untuk kehidupan akhirat. Kini ramadhan telah meninggalkan kita, selayaknya pengaruh positif atas pembinaan dan pendidikan diniyah selama bulan itu tetap melekat pada diri kita. Ramadhan mengingatkan kita akan amalan kampung akhirat, amalan yang selalu dirindukan calon penghuninya. di dalam bulan ramadhan kita terlatih untuk menghidupkan malam dengan shalat-shalat nawafil, qiraatul quran dan amalan sunah lainnya. Pertanyaannya sekarang adakah aktifitas itu masih melekat dalam diri kita ???

Saudaraku,…………..

Allah telah mengingatkan kepada kita tentang bahaya terjangkiti sifat kemunafikan. Dalam Surat An Nisa 142-143 ; perilaku orang munafik diantaranya adalah adanya rasa malas dalam diri untuk mendirikan shalat, enggan dan bermalas-malasan untuk menegakkannya . Orang munafik jarang mengerjakan shalat wajib dengan berjamaah sehari-hari. Mereka ketika mendirikan shalat penuh rasa malas, ingin cepat selesai dan jika berdzikirpun sangat singkat. Orang munafik hidup dalam kebimbangan, terombang-ambing tanpa prinsip yang jelas. Islam sebagi sumber kebenaran, petunjuk amalan engan untuk dilaksanakan.Wallahul Musta’an. Disadur dari smpalirsyad-purwokerto.sch.id (Ust. Darsitun Abdul hamid)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: