OUTDOOR STUDY KE GETUK GORENG DAN TEMPAT PEMBUATAN TEMPE

27 05 2011

Hari itu….

Tepatnya hari Kamis tanggal 21 Oktober 2010 tidak seperti hari biasa. semua anak di Level IV di persiapankan oleh masing-masing Walas dan Assistennya untuk berkumpul di Halaman LOkal Utara. Di sana sudah ad sekitar 20 mobil. Ternyata hari itu Level IV akan mengadakan outdoot study. Ada 2 tempat yang akan dikunjungi, yaitu pertama ke Getuk Goreng H. Tohirin di Sokaraja. Yang kedua ke tempat Pembuatan Tempe di Desa Pliken Kembaran.

Sebelum berangkat ada pengarahan dari Koordinator Outdoor study Ust. Edi Siswanto dan  Waka Level IV Ust. Febriyanti bahwa kita akan mengadakan outdoor ke tempat orang lain maka jaga sikap dan perilkau. Ibaratnya kita akan memasuki rumah orang lain atau kita akan bertamu. Kemudian tepat pukul 08.00 WIB setelah siap mobil mulai berangkat menuju tempat lokasi.

Rombongan sampai di lokasi yang pertama yaitu Getuk Goreng Sokaraja. Sebelumnya ada acara penyambutan yang disi oleh Ust. Qohin dan dari Ibu Nur selaku pemilik Getuk Goreng.”Merupakan kehormatan tersendiri bagi Kami dan Kami sangat senang sekali dengan datangnya murid-murid dari SD Al Irsyad 02 ini. Nanti anak-anak akan melihat langsung bagaimana proses pembuatan Getuk Goreng”. Kata Ibu Nur dalam sambutannya.

Dengan di pandu langsung oleh Ibu Nur anak-anak melihat secara langsung proses pembuatan getuk goreng mulai dari proses awal yaitu pengupasan ubi kayu atau ketela pohon sampai tahap akhir. Ada juga anak-anak yang sudah tidak sabar ingin segera mencicipi enaknya getuk goreng. Kemudian anak-anak berkesempatan mencicipi getuk goreng. “Rasanya sangat enak walaupun saya sering memakannya tapi saya tidak merasa bosan”. Tutur Andika murid  Kelas 4 Shiddiq.

Tempat selanjutnya adalah ke Pliken untuk melihat proses pembuatan tempe. Sambutan hangat datang dari Ibu Suparni sebagai pemilik usaha pembuatan tempe. Secara tertib dan bergantian semua anak berkesempatan untuk melihat proses pembuatan tempe. Bahan dasar tempe adalah kedelai yang dimasak kemudian di bungkus dengan daun pisang. Para pekerjanya sebagaian ibu-ibu karena pembuatan tempe butuh kesabaran untuk membungkusnya. “Ini memang usaha kami dan awalnya usaha kami hanya usaha rumah atau hoom industry. Tiap hari kami bisa menghasilkan tempe sebanyak 75 kg”. Tutur Ibu Suparni. Anak-anak juga mencoba tempe yang sudah di masak menjadi mendoan dan rasanya sangat enak.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: